Showing posts with label wafat. Show all posts
Showing posts with label wafat. Show all posts

Thursday, January 25, 2018

Wafatnya Abu Bakar As-Siddiq

Mengenai wafatnya Abu Bakar As-Siddiq ini bertepatan dengan bulan Jumadil Akhir 13 H, para ahli sejarah ada yang mengatakan bahwa wafat beliau diwaktu antara Maghrib sampai dengan Isya’. Anas bin Malik r.a. berkata, “Sayyid Abu Bakar sangat sepuh sekaligus sesepuhnya para sahabat.”[ HR Imam Bukhari dalam ‘al-Tarikh al-Shaghir, Juz I, hlm. 31, Imam Muslim dalam ‘Shahih Muslim’ no. 2348].

Disebutkan oleh para sejarah bahwa sebab beliau jatuh sakit dan wafat bahwa beliau dan al-Harits seorang tabib yang masyhur pernah memakan khazirah 42 yang dihadiahkan kepada Abu Bakar, maka setelah memakan daging itu berkata al-Harits, “Angkatlah tangan anda wahai Khalifah Rasulullah, demi Allah sesungguhnya daging ini telah beracun, maka Abu Bakar segera mengangkat tangannya, sejak itu keduanya selalu merasa sakit-sakitan hingga akhirnya keduanya wafat satu tahun kemudian.[Ath-Thabaqat al-Kubra, 3-198].

Salah satu wasiat beliau kepada ‘Aisyah, : Aku tidak meninggalkan harta untuk kalian kecuali hewan yang sedang hamil, serta budak yang selalu membantu kita untuk membuat pedang kaum muslimin, karena itu jika aku  wafat tolong berikan seluruhnya kepada Umar. Ketika ‘Aisyah menunaikan wasiat itu kepada Umar maka Umar berkata, “Semoga Allah merahmati Abu Bakar, sesungguhnya dia telah membuat kesulitan (untuk mengikutinya) bagi orang-orang yang menjadi khalifah setelahnya.[Ibid, 3-192 dengan sanad yang shahih].

Sayyid Abu Bakar berkata lagi pada putrinya, “Wahai putriku! Sepertinya aku pernah menghadiahimu sepetak kebun. Jika aku masih berhak atas kebun itu, maka serahkanlah kebun itu ke Baitul Mal.” Sayyidah Aisyah R.A. menjawab, “Ya, ayah. Akan aku serahkan kebun itu ke Baitul Mal.” Setelah itu, Sayyid Abu Bakar melanjutkan perkatannya, “Selama aku menjabat sebagai khalifah, aku sekeluarga tidak pernah makan sedikitpun dari dinar ataupun dirham milik kaum Muslimin. Kami hanya memakan roti keras sebagai hidangan sehari-hari. Dan kami hanya memakai pakaian usang yang tertempel di badan seperti yang kalian lihat saat ini. Kami juga tidak sedikitpun mengambil harta kaum Muslimin. Yang aku miliki hanya satu budak habsyah,

Ibn Sa’ad menyebutkan dengan sanadnya dari al-Qashim bin Muhammad dia berkata, Sayyid Abu Bakar khalifah yang pertama ini juga pernah berkata kepada para sahabatnya, “Wahai sahabatku! Lihatlah kedua selendang ini. Jika aku nanti mati, cucilah keduanya dan kafanilah aku dengannya. Sungguh mereka yang masih hidup lebih butuh pakaian yang baru ketimbang mereka yang mati.”[HR Imam Ahmad dalam ‘al-Zuhdi’ hlm. 136, Ibn Sa’ad dalam ‘Tabaqot kubra, Juz III, hlm. 196,  Ibn Jarir dalam Tafsir Ibn Jarir, Juz XXVI, hlm. 100].

Ath-Thabari sejalan dengan riwayat diatas bahwa Sayyid Abu Bakar as-Sidiq r. a. wafat di hari ke-8 bulan Jumadil Akhir tahun ke-13 Hijriah.  Saat beliau wafat, usianya sama dengan saat Rasulullah wafat, yaitu 63 tahun. Jarir bin Abdillah r.a. menceritakan, “Saat aku sedang bersama Mu’awiyah bin Abi Sufyan, dia berkata, ‘Saat Nabi wafat, beliau berusia 63 tahun. Abu Bakar pun wafat pada usia yang sama dengan Nabi. Begitu pula dengan usia Umar yang meninggal karena terbunuh’.”[Hadits shahih, HR Imam Bukhari dalam ‘al-Tarikh al-Shaghir, Juz I, hlm. 30, Ibn Sa’ad dalam ‘Tabaqot Kubra’, Juz III, hlm. 202, Imam Thabari dalam ‘Tarikh Thabari’, Juz III, hlm. 420].

Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata dalam kitab Al-Bidayah wan Nihayah, “Abu Bakar as-Shiddiq wafat pada hari senin di malam hari, ada yang mengatakan bahwa Abu Bakar wafat setelah Maghrib (malam selasa) dan dikebumikan pada malam itu juga yaitu tepatnya 8 hari sebelum berakhirnya bulan Jumadil Akhir tahun 13 H, setelah beliau mengalami sakit selama 15 hari.[ Al-Bidayah wan Nihayah 7-18].

Dalam Thabaqat Ibnu Sa’ad disebutkan bahwa masa kekhalifahannya berjalan selama 2 tahun 3 bulan [Lihat Thabaqat Ibnu Sa’ad, 3-202, Tarikh ath-Thabari 3-420] dan disitu ditambahkan masa kekhalifahannya lebih sepuluh hari, adapun Ibnu Katsir tidak menyebutkan hitungan lebih harinya.

Diriwayatkan Ummul Mukminin, Asiyah r.a. Dia berkata, “Mula-mula ayahku merasakan sakit sesaat setelah beliau selesai mandi. Saat itu bertepatan pada hari Senin tanggal 7 Jumadil Akhir. Hari itu cuaca sedang dingin sekali. Saking dinginnya, beliau lalu terserang demam selama 15 hari dan tidak keluar rumah untuk mengimami shalat jamaah. Beliau meminta Umar bin Khattab supaya menggantikannya menjadi imam shalat bagi umat Islam.

Setelah selesai shalat, para sahabat datang menjenguk beliau yang sedang terbaring sakit. Yang beliau rasakan, semakin bertambah hari, maka bertambah pula sakitnya. Di sela-sela kondisi sakitnya itu, beliau menyempatkan diri menyinggahi rumah yang ditinggalkan Rasulullah SAW. Pada hari yang sama, beliau juga menyempatkan mengunjungi Sayyidina Utsman bin Affan. Setelah Utsman bin Affan tahu bahwa beliau sakit, beliau mewajibkan seluruh kaum Muslim untuk menjenguk khalifah mereka yang sedang terbaring sakit.”

Akhirnya, khalifah Abu Bakar al-Sidiq r.a. wafat pada hari Senin sore menjelang malam. Saat itu bertepatan di hari ke-8 bulan Jumadil akhir pada tahun ke-13 Hijriah atau sekitar 2 tahun lebih setelah Nabi wafat. Beliau menjabat sebagai khalifah Islam yang pertama selama 2 tahun, 3 bulan ditambah 10 hari.[HR Ibnu Sa’ad dalam ‘Tabaqat Kubra, Juz III, hlm. 201- 202, Imam al-Hakim dalam Al-Mustadrak ala al-Shahihain’, Juz III, hlm. 63, Imam al-Thabari dalam ‘Tarikh al-Thabari’, Juz III,  hlm. 419-420 Imam al-Dzahabi dalam‘Siyaru A’lami al-Nubala’, Juz IX, hlm. 469].

Pada waktu itu Umar menggantikan posisinya sebagai imam kaum muslimin dalam shalat. Ketika sakit beliau menuliskan wasiatnya agar tampuk pemerintahan kelak diberikan kepada Umar bin al-Khaththab, dan yang menjadi juru tulis waktu itu adalah Utsman bin Affan, Setelah surat selesai segera dibacakan kepada segenap kaum muslimin, dan mereka menerimanya dengan segala kepatuhan dan ketundukan.[Thabaqat Ibnu Sa’ad, 3-202, Tarikh ath-Thabari, 3-420].

Abu Bakar Sangat Dicintai Rasulullah SAW

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ وَوَكِيعٌ ح و حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا جَرِيرٌ ح و حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ كُلُّهُمْ عَنْ الْأَعْمَشِ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ وَأَبُو سَعِيدٍ الْأَشَجُّ وَاللَّفْظُ لَهُمَا قَالَا حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُرَّةَ عَنْ أَبِي الْأَحْوَصِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا إِنِّي أَبْرَأُ إِلَى كُلِّ خِلٍّ مِنْ خِلِّهِ وَلَوْ كُنْتُ مُتَّخِذًا خَلِيلًا لَاتَّخَذْتُ أَبَا بَكْرٍ خَلِيلًا إِنَّ صَاحِبَكُمْ خَلِيلُ اللَّهِ

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah; Telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah dan Waki'; Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim; Telah mengabarkan kepada kami Jarir; Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu 'Umar; Telah menceritakan kepada kami Sufyan seluruhnya dari Al A'masy; Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin 'Abdillah bin Numair dan Abu Sa'id Al Asyaj dan lafazh ini milik mereka berkata; Telah menceritakan kepada kami Waki'; Telah menceritakan kepada kami Al A'masy dari 'Abdillah bin Murrah dari Abu Al Ahwash dari 'Abdullah dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ketahuilah, sungguh aku berlepas diri dari setiap yang mencintai kekasihnya. Sekiranya aku dibolehkan mengambil seorang kekasih, niscaya aku akan menjadikan Abu Bakarsebagai kekasih. Sesungguhnya sahabat kalian ini adalah kekasih Allah"[HR.muslim No : 4395].

Jaminan Surga Untuk Abu Bakar As-Siddiq

حدثنا قتيبة حدثنا عبد العزيز بن محمد عن عبد الرحمن بن حميد عن أبيه عن عبد الرحمن بن عوف قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : أبو بكر في الجنة وعمر في الجنة وعثمان في الجنة وعلي في الجنة وطلحة في الجنة والزبير في الجنة وعبد الرحمن بن عوف في الجنة وسعد في الجنة وسعيد في الجنة وأبو عبيدة بن الجراح في الجنة

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah : Telah menceritakan kepada kami ‘Abdul-‘Aziiz bin Muhammad, dari ‘Abdurrahmaan bin Humaid, dari ayahnya, dari ‘Abdurrahmaan bin ‘Auf, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Abu Bakarberada dalam surga, ‘Umar berada dalam surga, ‘Utsmaan berada dalam surga, ‘Aliy berada dalam surga, Thalhah berada dalam surga, Az-Zubair berada dalam surga, ‘Abdurrahmaan in ‘Auf berada dalam surga, Sa’d berada dalam surga, Sa’iid berada dalam surga, dan Abu ‘Ubaidah bin Al-Jarraah berada dalam surga” [HR At-Tirmidziy no. 3747. HR Ahmad 1-193. dan dalam Al-Fadlaail no. 278. HR An-Nasaa’iy dalam Fadloilush-Shohabah no. 91. HR Abu Ya’laa no. 835. HR Ibnu Hibbaan no. 7002. dan masih banyak yang lainnya. Semuanya shohih].

Wednesday, January 17, 2018

Hikmah Dibalik Ditinggal Mati 3 Anak

√ Hikmah Dibalik Ditinggal Mati 3 Anak √

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seorang muslim yang ditinggal wafat oleh tiga orang anaknya, tidak akan masuki neraka selain sebatas melakukan sumpah Allah".

Berkata, Abu 'Abdullah: Maksudnya melakukan sumpah Allah yang tersebut dalam Firman-Nya yang artinya; "Tidaklah dari kalian melainkan pasti akan melewatinya (neraka) (QS. Maryam 71) ".

(HR. Bukhari)

Kitab : Jenazah

Bab : Keutamaan Bersabar Atas Kematian Anak

IG : @islam_nasehat
Blog : www.islam-nasehat.tk

Monday, October 23, 2017

DETIK DETIK WAFATNYA NABI MUHAMMAD 😢😢 YANG NGAKU UMATNYA PASTI BACA!!

DETIK DETIK WAFATNYA NABI MUHAMMAD 😢😢
YG NGAKU UMATNYA PASTI BACA!!
....
Dikisahkan pagi itu, meski langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah, "Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur'an. Barang siapa mencintai sunnahku, berarti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku".

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya. Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. syarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. "Rasulullah akan meninggalkan kita semua," desah hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia.

Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar. Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa. Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemahdengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurmayang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berserumengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya.Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah,"Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah aku ayah, sepertinya ia baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak dikenang.

"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara,dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut" kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai.

Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini."Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah? " tanya Rasululllahdengan suara yang amat lemah."Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu".

"Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu" kata Jibril.Tapi itu ternyata tak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuhkecemasan. "Engkau tidak senang mendengar kabar ini?" tanya Jibril lagi."Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?""Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allahberfirman kepadaku: 'Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umatMuhammad telah berada didalamnya," kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas.Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang."Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Lirih Rasulullah mengaduh.Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalamdan Jibril membuang muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kaupalingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu."Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku". Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi.

Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segeramendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah di antaramu."

Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan diwajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii" - "Umatku, umatku, umatku" Dan, pupuslah kembang hidup manusia mulia itu.

Kini, mampukah kita mencinta sepertinya? Allahumma sholli 'alaMuhammad wa baarik wasalim 'alaihi.

KHUTBAH TERAKHIR NABI MUHAMMAD SAW (Khutbah ini disampaikan pada 9 Dzulhijjah 10 H dilembah Uranah,arafah)

"Ya saudara-saudaraku, perhatikan apa yang akan aku sampaikan, aku tidak tahu apakah tahun depan aku masih berada diantara kalian. Karenanya dengarkanlah baik2 apa yang kukatakan ini dan sampaikan kepada mereka yang tidak dapat hadir saat ini".

"Ya saudara-saudaraku, seperti kita ketahui, bulan ini hari ini dan kota ini adalah suci, karenanya pandanglah kehidupan dan milik setiap orang Muslim sebagai kepercayaan yang suci".

"Kembalikanlah barang barang yang dipercayakan kepadamu kepada pemilik yang sebenarnya".

"Jangan kau lukai orang lain sebagaimana orang lain tidak melukaimu".

"Ingatlah bahwa kamu akan bertemu dengan Allah SWT dan Dia akan memperhitungkan amalanmu dengan sebenar-benarnya".

"Allah SWT telah merlarangmu memungut riba , karenanya mulai saat ini dan untuk seterusnya kewajiban membayar riba dihapuskan, waspadalah terhadap Syaitan demi keselamatan Agamamu. Dia/Syetan telah kehilangan harapannya untuk membawa kalian pada kesesatan yang nyata tapi waspadalah agar tidak terjebak pada tipuan halusnya".

"Ya saudara-saudaraku, adalah benar kamu mempunya hak tertentu terhadap istri-istrimu, tapi mereka juga mempunyai hak atas dirimu. Apabila mereka mematuhi hakmu maka mereka memperoleh haknya untuk mendapatkan makanan dan pakaian secara layak. Perlakukanlah istri-istrimu dengan baik dan bersikap manis terhadap mereka, karena mereka adalah pendampingmu dan penolongmu yang setia".

"Dan adalah hakmu untuk melarang mereka berteman dengan orang-orang yang tidak kamu sukai, dan juga terlarang melakukan Perzinahan".

"Ya saudara-saudaraku, dengarkanlah baik-baik, SEMBAHLAH ALLAH, SHALAT lima waktu dalam sehari, laksanakan PUASA selama bulan Ramadhan, dan tunaikanlah ZAKAT, laksanakan IBADAH HAJI bila mampu Ketahuilah bahwa sesama Muslim adalah bersaudara, Kamu semua adalah sederajat".

"Tidak ada perbedaan satu terhadap yang lain KECUALI KETAQWAAN DAN AMALAN SHALIH. Karena itu berhati-hatilah jangan menyimpang dari jalan kebenaram setelah kepergianku nanti".

"Ya saudara-saudaraku, tidak akan ada Nabi dan Rasul sesudahku dan tidak akan ada agama lain yang lahir karenanya simaklah baik-baik ya Saudaraku, dan pahamilah kata-kata yang kusampaiakn kepadamu bahwa AKU MENINGGALKAN 2 PUSAKA, AL'QURAN DAN contoh-contohku sebagai AS-SUNNAH, DAN BILA KALIAN MENGIKUTINYA TIDAK MUNGKIN AKAN TERSESAT".

"SIAPA YANG MENDENGARKAN PERKATAANKU INI WAJIB MENYAMPAIKANNYA KEPADA YANG LAIN DAN SETERUSNYA, dan mungkin yang terakhir memahami kata-kataku ini bisa lebih baik dari yang langsung mendengarkan, Demi Allah aku bersaksi, bahwa aku telah menyampaikan ajaran-Mu kepada umat-MU YA ALLAH".

Alhamdulillah semoga dengan asbab kisah ini kita semakin meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dan RasulNya,Bukti cinta Rasulullah hingga detik-detik terakhir beliau kepada kita semua yang tidak pantas untuk dicintai ini sungguh sangat menyakitkan apabila kita membalas dengan penghianatan.

Maka akhwat (wanita)ku seiman yang saya cintai, bersegeralah menutup aurat dengan sempurna, karena jangankan surga, aromanya pun tidak akan engkau cium apabila engkau tidak menutup auratmu. dan buat ihwa (Laki-2)ku seiman yang saya cintai, segerakanlah sholat di mesjid apabila adzan telah dikumandangkan. hingga kita semua bisa berkumpul kembali bersama junjungan kita Baginda Rasulullah, ahlul bait beliau dan juga para sahabat-2 beliau di SurgaNya Allah SWT..

"Barangsiapa yang menghidupkan sunnahku, berarti ia mencintaiku, dan barangsiapa yang mencintaiku maka ia akan bersamaku di surga"(H.R Bukhari)

Ya Allah...

😊✔ Muliakanlah orang yang membaca status ini

😊✔ Lapangkanlah hatinya
😊✔ Bahagiakanlah keluarganya

😊✔ Luaskan rezekinya seluas lautan

😊✔ Mudahkan segala urusannya
😊✔ Kabulkan cita-citanya
😊✔ Jauhkan dari segala Musibah

😊✔ Jauhkan dari segala Penyakit, Fitnah,Prasangka Keji, Berkata Kasar, dan Mungkar

😊✔Boleh di SHARE sebanyak mungkin!!